WEALTH

When wealth is lost, nothing is lost; when health is lost, something is lost; when character is lost, all is lost.

SEEKING

The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes, but in having new eyes.

SMOKE

One may have a blazing hearth in one's soul and yet no one ever came to sit by it. Passers-by see only a wisp of smoke from the chimney and continue on their way.

WEAPON

The most valuable possession you can own is an open heart. The most powerful weapon you can be is an instrument of peace.

SORENESS

Holding on to anger, resentment and hurt only gives you tense muscles, a headache and a sore jaw from clenching your teeth. Forgiveness gives you back the laughter and the lightness in your life.

Kamis, 03 Maret 2011

UNTUKMU (Sepenggal Cerita)


UNTUKMU (Sepenggal Cerita)
Oleh :
KARTIKA FEBRIANI in Colaboration with DENY JOE

Wajahnya yang tampan, gayanya yang mengagumkan,
sangat terlihat diraut mukanya yang mempesona.
Seorang laki-laki paruh baya dengan menggunakan kendaraan mewah berjalan perlahan menyusuri malam mengerling mata mencari sesosok wanita yang entah siapa disana? Bidadari!
Baginya, wanita itu adalah temannya malam ini, teman sehati, sejiwa dan seraga.
Apakah esok malam wanita itu akan menjadi temannya lagi ? Entahlah?
Perempuan itu memang luar biasa, tubuhnya yang molek, rambutnya yang panjang terurai.
Dibelaiannya wanita cantik dengan kelembutan naluri...
Bersatu dengan laki-laki paruh baya itu demi sesuap nasi, demi sejumlah uang untuk mencukupi hidupnya ..
Wanita itu sebenarnya sadar atas kesalahan yang diperbuatnya
''Aku terpaksa, demi ibuku yang terbaring lemah disana yang memerlukan obat untuk kelangsungan hidupnya'' Wanita itu berkata dalam hati ..
''Berat rasanya lakukan itu, membiarkan diri ini terjerumus dosa
Tapi apa daya aku tak kuasa melawan tuntutan hidup yang semakin berat, ampuni dosaku Tuhan''
Wanita itu sendiri termenung, merenungi jalan kelam yang ditempuhnya ''betapa dosanya diri ini, bagaimana caranya aku membersihkan diri dari kotoran ini ??”
“Aaaaarrrrgggghhhh” Wanita itu menjerit membahana di sela derai tangis.

Tapi diantara tangis wanita itu tersirat fikir membatin
" Aku adalah perempuan, demi ibuku yang juga perempuan seperti ibu kalian,
seperti istri kalian, seperti pacar kalian,
seperti adik kalian, seperti anak kalian, atau seperti kalian..
apakah kau tak jauh lebih baik daripadaku? persetan!
tubuhku memang aku lacurkan, tapi bukankah pemikiran dan idealis kalian pun serupa?
ini bukanlah pembelaan,
otakku lemah untuk berontak,kuasa tak dipunya,
teriakku pun menyempit serak!
alasan diantara logika aku menyimpannya untuk tanggungjawabku dihadapan-Nya..
bukan dogma nista seperti kalian punya.
karena kemenangan dan kekalahan takkan pernah terengkuh..
kita hanya berhak mendekatinya!!”

“Penyesalan hanya sebuah kata, tapi aku slalu mengulangi kesalahan yg sama
aku berusaha bangkit dari tangis sedihku, memulai aktifitasku seperti biasa ..
Menghias diri, mendandani diri, berusaha membuat mereka tertarik padaku ..
Laki2 itu mendekat padaku, laki2 yang berbeda dengan malam kemarin ..
Hatiku berdegup kencang, akankah malam ini terulang kembali ??”
Laki2 itu tersenyum padaku,
Wajahnya yang tak setampan laki2 malam kemarin
Membuat hatiku semakin berdegup kencang ..
“Mau dibawa kemana aku ? Apa aku harus melakukan hal yg salah lagi ?”
Pertanyaan klasik mualai menyeruak berjejal dikepalaku.
Aneh? Laki2 ini tak membawa wanita itu ke hotel ataupun penginapan, ia membawaku ke restoran mewah, restoran tempat orang kaya menghamburkan uangnya demi mkanan yang tak lebih enak dari angkringan pinggiran jalan yang sering dilewatinya.
Perempuan itu terkejut dan bertanya:
''Untuk apa kita disini??''
''Aku sayang kamu'' Laki-laki itu menjawab,
Hatiku terkejut, kaget, sekaligus tak percaya ..
''Apa yang ia ucapkan tadi??” Wanita itu kembali dihinggapi tanya dalam hatinya.
“Aku tidak bermaksud untuk mendengarnya, aku hanya tidak sadar, hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. Membuat raganku beku. Lidahnku kelu. Hatiku membatu. Imajinasiku buntu. Meski kadang dalam tidur imajinasiku memberontak terbang. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupu-kupu. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. tapi aku tak pernah mengharapkan cinta darinya.. jangankan berharap, berfikirpun aku tak pernah!”

“Kamu kenapa?” Laki-laki itu mulai menangkap gelagat kurang baik.
“Masihkah ada cinta untukku dari seseorang yg tulus menyayangiku ?
Masih pantaskah aku untuk di cintai ??
Masih pantaskah aku untuk dipuji ??” Wanita itu memberodong pertanyaan.

“Tidak selalu cacian, hujatan, & amarah yg pantas untuk wanita seperti kau ..
Di hati kecilmu, aku yakin kau mendambakan sesosok pria yg mau menerimamu dengan segala kekuranganmu, mungkin kau berfikir kalau itu MUSTAHIL
Sebenarnya apa yang sedang mengkhianati diriku? hingga aku merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadaku yang begitu memukau?
Apa salah aku yang sedang memberi pengakuan,
sehingga aku merasa begitu lama membuang-buang waktu?” tegas laki-laki itu


____Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik?
Dan mengapa pertanyaan-pertanyaan seperti itu baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan??
Gelisah kadang tak harus berujung,,,tapi adalah lebih penting bagaimana caranya untuk bisa menikmati gundah-gulana ini. Karena selalu ada rencana dibalik setiap kejadian_____

******

Edited by : Deny Joe
Original Post : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150089299687400&refid=21

AYAH YANG PERKASA


AYAH YANG PERKASA
(Denyjoe/2010)

Berapa Banyak?
Tak ada satu bilanganpun yang mampu menghitung..
buliran peluh yang menetes dari setiap gerak perjuanganmu..
Telapak tangan yang mengeras, tulang yang kian merapuh..
Terus, tak berhenti dibantingkan..

Seribu cita yang menggantung..
Memapahmu tak berhenti berkobar..
Jejak-jejak telanjang kaki tertancap dalam..
menopang tinggalkan sejarah menuju era yang selalu termimpikan..

Ayah..
Kau yang perkasa..
Membiarkan lambungmu kering walau menjerit..
Sisakan harapan dalam keajaiban..
Deru setiap hembus nafasnya..
Terselip doa mewangi..
Membuatmu bertahan,
meski bunga yang mekar musim semi kemarin telah gugur berganti..