SEMOGA
Memulai hari ini dengan sebuah kata ‘Semoga’.
Tak pernah nalar menau syaratkah akan makna.
Bimbang arah megalir seiring desing kereta
butut di stasiun yang kumuh.
Aku merangkul dada sesak, memulai tuk tak
mengeluh.
Sesaat matahari merangkak, kembali terucap
kata ‘Semoga’.
Mengerut dahi yang bergaris, tapi logika kenapa
mencerna.
Telapak kaki tak bergerak terbawa arus
sesak manusia.
Aku angkatkan tangan, mungkinkah kan menyerah?.
SEMOGA
TIDAK!.
Denyjoe : 09 Januari 2011







