Masih terbaring lemas.. meski telah delapan jam aku
mencumbu mimpi..
Kelopak mata seperti tertimbun embun dengan hawa
yang menyeruak dingin..
Benar saja, entah dalam rangka apa air berjatuhan
dengan liarnya..
kata ibuku "sudah sedari dini hari tadi, dan
hujan tak tahu diri, sudah siang masih saja menari!"
Bagaimana aku bisa membangunkanmu istana yang
teramat megah ketika aku mendogmakan mimpi kepadamu.. sementara untuk
membukakan mata saja aku enggan, mendongakkan kepala saja aku segan,
membangkitkan tubuh aku tak mau!
Ya.. aku telah terbiasa terjaga dengan ciumanmu..
Ya.. aku telah terbiasa terjaga dengan bisik
cintamu..
Ya.. aku telah terbiasa terjaga dengan aroma kafein seduhanmu..
Dimana kamu sekarang? sudah waktunya kamu
membangunkanku!
Demi apapun aku tak akan kuat jika harus melewati
detik yang berlalu melewati masa ketika waktunya kau menciumku..
Deru suara bising bercampur gemercik yang semakin
nyaring!
Sakitnya mata yang baru saja aku paksa membuka, seketika
melihatmu kuyup menggigil..
"Apa yang harus aku lakukan?"
Aku akan mengunyah serbuk teh tanpa air, membiarkan
sarinya bercampur dengan liurku, mengumpulkannya persekian mililiter..
Lihatlah.. bibirnya bergetar! sudah dapat kutebak
gigi didalam mulutnya gemeretak!
Sini sayang.. aku akan menciummu, memberikan sari
teh yang telah terkumpul dimulutku..
Mari kita nikmati seduhan teh dalam dua mulut yang
menyatu, biarkan hangatnya kita yang ciptakan sendiri!
"SELAMAT PAGI DEAR, AKU MENCINTAIMU!"
(Denyjoe | APR-KG 100113)




1 komentar:
I love you too
Posting Komentar