Jumat, 27 Oktober 2017

SURAT KESERATUS


SURAT KESERATUS.
Untuk perempuan yang baru saja menjadi Istriku.
____
Sayang, telah sembilan puluh sembilan pucuk surat ke dalam rimbamu ku alamatkan.

Berbaris-baris pujiku atas bertumbuh rasa dan berbunga hati yang tak bisa dieja bahasa.

“Sejuta rasa, sejuta cinta, sejuta kasih dan sejuta bahagia.”
Ya, sejuta, sayang.

Kata sejuta, kerap kali dipakai para penyair-penyair besar itu untuk mendiksikan kesempurnaan.
Maka sebagai pertanda aku yang luput dari sempurna, aku memaharkanmu rupiah;

sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan.
Sebab ialah kamu angka satu yang menggenapkan sejutaku.

Ialah dirimu yang menyempurnakan ketidaksempurnaanku.

Seperti penyakit yang menemukan obatnya,
pasien yang menemukan dokternya,
 murid yang menemukan gurunya,
bahagiaku lebih dari itu saat aku menikahimu, sayangku.
Ada sakit yang sembuh seketika.
Ada hembus surga yang menghempas panas neraka.
Ada pintu-pintu berkarat dan terkunci rapat dengan mudah terbuka.


Terimakasih atas ketidaksempurnaan yang ternyata bisa kamu terima dengan jantung hatimu tanpa kompromi, hingga sempurna ini tak lagi sebatas mimpi.

Tanggal sembilan bulan sembilan dua ribu tujuh belas. Dari lelaki bernama Deni, yang setelah surat ini terbaca segera kamu panggil 'Suami'.

( Deny Joe, Jakarta 090917 )






NB : Puisi ini saya bacakan pada acara pernikahan saya, tepat setelah melakukan Akad Nikah.

0 komentar: